News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Lonjakan Protein Pada SARS-CoV-2 Ternyata Mengganggu Sawar Darah-Otak

Lonjakan Protein Pada SARS-CoV-2 Ternyata Mengganggu Sawar Darah-Otak

 


Layar Kunci – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) biasanya dikaitkan dengan gejala pernapasan. Ternyata sebagian besar pasien juga sakit dengan komplikasi neurologis, mulai dari sakit kepala dan pusing hingga mikroclots fatal di otak. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Neurobiology of Disease, efek ini muncul karena kemampuan lonjakan protein pada virus SARS-CoV-2 yang dapat mengganggu sawar darah-otak.

 Cloud Hosting Indonesia

Sejak awal pandemi, para ilmuwan telah mengetahui bahwa virus menggunakan protein lonjakan untuk menempel pada reseptor tertentu di permukaan sel inang. Protein ini memiliki afinitas yang sangat kuat untuk enzim yang disebut ACE2. Enzi mini digunakan virus sebagai pintu gerbang ke dalam sel yang diserang. Fakta bahwa ACE2 diekspresikan secara luas dalam sel endotel yang melapisi paru-paru membuat sistem pernapasan sangat rentan terhadap virus.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah ACE2 juga terdapat pada sel endotel yang membentuk sawar darah-otak. Untuk menyelidiki fenomena tersebut, para ilmuwan memeriksa jaringan otak post-mortem dan menemukan bahwa enzim memang diekspresikan di seluruh pembuluh darah korteks frontal. Hal ini menunjukkan bahwa virus corona mungkin memiliki jalan ke sistem saraf pusat. Selain itu, ACE2 ditemukan diregulasi pada otak orang yang menderita demensia dan hipertensi. Gejala ini menunjukkan bahwa virus dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi bagi mereka dengan kondisi ini.

Para peneliti kemudian memasukkan protein lonjakan ke sel endotel otak dalam cawan petri dan mengamati bahwa hal ini mampu menurunkan hambatan listrik dari kultur sel yang telah bocor. Hal ini dikonfirmasi ketika para ilmuwan mencatat bahwa sel-sel menjadi lebih permeabel yang menunjukkan hilangnya fungsi penghalang.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Analisis lebih dekat mengungkapkan bahwa kehadiran protein lonjakan SARS-CoV-2 memicu respons imun inflamasi di jaringan otak, seperti yang terjadi di paru-paru. Oleh karena itu menerangi jalur di mana virus menghasilkan gejala neurologis. Tes lebih lanjut menggunakan mikrofluida yang dirancang untuk meniru kapiler otak manusia menunjukkan bahwa ini juga menjadi lebih permeabel dengan adanya protein lonjakan SARS-CoV-2.

Temuan ini mendukung implikasi bahwa SARS-CoV-2, atau protein lonjakannya yang beredar di aliran darah dan dapat menyebabkan destabilisasi sawar darah-otak di wilayah otak utama. Perubahan fungsi penghalang ini, yang biasanya membuat agen berbahaya keluar dari otak, sangat meningkatkan kemungkinan neuroinvasi oleh patogen ini. Para ilmuwan menawarkan penjelasan untuk manifestasi neurologis yang dialami oleh pasien Covid-19. (*)



Cloud Hosting Indonesia

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar