News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pisau Steak Kayu Ternyata Tiga Kali Lebih Tajam dari Pisau Baja

Pisau Steak Kayu Ternyata Tiga Kali Lebih Tajam dari Pisau Baja


Layar Kunci - Ketika kita memikirkan pisau, kita biasanya membayangkan baja atau keramik. Tetapi para peneliti telah mengembangkan cara untuk membuat pisau yang kuat dari kayu. Bahan yang dimaksud disebut kayu keras. Ilmuwan material telah menemukan cara untuk membuat kayu 23 kali lebih keras dan kemudian mengubahnya menjadi pisau yang tiga kali lebih tajam dari pisau meja makan stainless steel.

 

Dibandingkan dengan pendekatan produksi untuk baja dan keramik, pisau kayu yang dikeraskan cenderung jauh lebih berkelanjutan. Mereka dapat dicuci dan digunakan kembali seperti pisau biasa. Tapi itu bukan hanya alat makan. Kayu yang dikeraskan dapat digunakan pada jenis benda lain di mana besi dan baja biasanya digunakan. Salah satu contoh yang diuji oleh tim adalah paku. Tim memakukan tiga papan kayu bersama-sama tanpa membuat paku menjadi tumpul dalam prosesnya.

 

Titik awal untuk pekerjaan ini adalah tim menyadari bahwa bahan buatan manusia seringkali memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dilakukan oleh bahan alami. Padahal mereka mungkin memiliki potensi untuk melakukannya jika diperlakukan dengan cara yang benar.

 

Selulosa, komponen utama kayu, memiliki rasio kekuatan dan kepadatan yang lebih tinggi daripada kebanyakan bahan rekayasa, seperti keramik, logam, dan polimer, tetapi penggunaan kayu saat ini hampir tidak menyentuh potensi penuhnya. Kayu mengandung antara 40 hingga 50 persen selulosa, tetapi komponen yang tersisa, hemiselulosa dan lignin, lebih lemah. Proses kayu yang dikeraskan menghilangkan komponen-komponen ini dan membuat material tersebut memenuhi potensi penuhnya.

 

Pada langkah pertama, tim melakukan delignifikasi sebagian kayu. Biasanya, kayu sangat kaku, tetapi setelah menghilangkan lignin, menjadi lunak, fleksibel, dan agak licin. Pada langkah kedua, tim melakukan hot press dengan menerapkan tekanan dan panas pada kayu yang diproses secara kimia untuk memadatkan dan menghilangkan air.

 

Proses menghilangkan cacat alami yang ditemukan di kayu, membuatnya lebih kuat. Kemudian dapat dibentuk menjadi bentuk apa pun yang diinginkan. Tim sedang menyelidiki seberapa sering bahan kimia yang digunakan dalam pemrosesan dapat digunakan kembali dan berapa banyak energi yang dibutuhkan, sehingga mereka dapat menilai dampak lingkungan dari metode ini dibandingkan dengan yang tradisional.

 

Tim memiliki banyak potongan kayu yang digunakan untuk waktu yang sangat lama, seperti talenan, sumpit, atau rolling pin. Pisau tersebut juga dapat digunakan berkali-kali jika Anda melapisinya kembali, mengasahnya, dan melakukan perawatan rutin yang sama. (*)


 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar